Sejak awal tahun 2011 ini sepertinya destinasi blog walkingku diambil alih oleh cerita-cerita tentang baby, children & young family. Dulunya aku senang membaca blog nyeleneh semacam Raditya Dika, lihat-lihat fashion blog Diana Rikasari, Alodita atau random tumblr blog, yah.... dan hal-hal lain sejenisnya lah. Tepatnya setelah suatu hari aku duduk Starbucks PIM 2 dan secara gag sengaja ngabisin seharian blog walking bacain cerita di blog-blog keluarga muda (termasuk Chips4breakfast ini), jalur blog walkingku yang dulu udah hampir gag dilewati lagi.
I am 28 this year, single, so yeah... Belum ada rencana untuk get married karena jodohnya masih disimpen sama Allah. Kegiatan sehari-hariku bekerja full-time di mining company dan wiken aku cukup sibuk menghadiri undangan pernikahan sejak tiga-empat tahun yang lalu. Dalam masa-masa seperti ini dan single kadang-kadang ada jawaban super-ngeles keluar dari mulutku kalau ditanya kapan mau nikah. Sulit untuk menjawab kalau aku lagi single karena mungkin aku 1 dari 100 orang berusia 27 disekitarku yang (lagi) single. I tried to avoid some convo about marriage, apalagi cita-cita mau punya anak berapa. I used to hate those letters about "Dear my baby, today you are X months old... Blablabla... Love, Mommy" and even those twitter wars about ASI/ASIX/Anak Sapi/or panggilan Mommy (instead of Mama or Ibu) because that's just bragging that she has a baby and do the ASI-eksklusif thingy.
Tapi suatu hari... aku jatuh cinta sama Chips4breakfast ini (bahkan lebih-lebih dari blog wanita muda/parenthood lainnya). Iseng-iseng kirim e-mail ke penulisnya, aku pun surprised ketika e-mailku dibalas! Pas aku curhat tentang umur dan status singleku ini (bawaan psikolog ^_^), Adinda ngasih feedback yang menenangkan hatiku banget. Makin ngefans sama Mama & Papanya Kayla, Tara dan Liv! Jadi waktu aku ditawarin untuk nulis guest post, aku langsung iya-in (meski bingung banget mau nulis apa lalu duduk di depan laptop kesayangan sambil krik....... krik ....... krik....... Akhirnya aku putuskan untuk nulis apa aja, let it flow,dan inilah hasilnya).
Melalui membaca blog aku ngerasa mengetahui semua seluk-beluk kehidupan keluarga orang. Khusus buat blog-blog yang mengupload foto anaknya dari bayi hingga sekarang, aku jadi bisa tau bagaimana seorang anak tumbuh dari bayi, bagaimana perubahan fisiknya dari waktu ke waktu, serta bagaimana perubahan pride orang tuanya kepada pertumbuhan anaknya (like... sekarang baby Z udah bisa jalan, giginya udah 4, dst). Oya, aku juga selalu ingat postingan Adinda tentang bersih-bersih rumah bareng anak-anaknya... rasanya aku kagum banget di tengah-tengah orang tua muda jaman sekarang yang seperti "socialite" itu masih ada loving parents yang ngajarin anaknya untuk kerja keras dari kecil. Aku juga ingat postingan tentang Adinda dan Adhit bikin nasi goreng gila dan banyak cerita lainnya yang memorable... oh my god, some times aku merasa udah mulai menjadi stalker :)) Tetapi sisi positifnya, cerita lucu dan kehebohan yang dituliskan di dalam blog itu menular sama diriku, memberikan aku energi tersendiri jadi aku bisa melupakan hal-hal negatif yang bikin aku sedih. Aku yakin gag semua orang diberikan bakat untuk menulis cerita, lalu menyortir cerita apa yang bisa dipublish di blog sehingga membuat yang baca merasakan energinya.
Aku percaya kita satu sama lain saling berhubungan (connected), meskipun hanya melalui internet (it's small world after all). Tetapi bukan berarti dengan membaca blog lantas kita jadi mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam kehidupan atau rumah tangga seseorang (shame on you, haters!). Readers are just watchers... jadi nggak ada gunanya sakit hati atau begitu judgmental terhadap tulisan orang di blog. We opened a blog, read it, enjoyed it, made a new connection but it didn't make us a real part of their lives... Just remember, the more connections the better. Anything that gives me hope for the future is good, which is I'm thankful for Adinda and her family ^_^
-Tia-
0 comments:
Post a Comment