Guest Post: Daily by Meya Larson

No...no...no... your eyes are not deceiving you... Sore ini Chips4breakfast 'dibuka' lagi ;) Walaupun statusnya masih hiatus (karena pergolakan batin dan kesibukan 2 kontributornya xP), maka selama masa hiatus ini, beberapa guest blogger akan mengisi blog ini. Don't worry, we will not destroy this blog...... We love this blog, too. Lagian lebih baik sedikit kan daripada blog ini nggak diupdate?

Let me introduce myself. My name is Margareth Larson, biasa dipanggil Meya a mother to Lucas (2 years); istri dari suami Warahari (Wajah Rambo, Hati Rinto), Fed Larsons. I am a working mother with flextime and flexible working place, so... Enak juga ya kedengerannya? :) Nggak seperti kebanyakan orang yang memulai hari di pagi hari, saya dan Fed memulai hari di malam hari. Why? Ada apa? Malam hari adalah saat yang tepat untuk mengatur jadwal esok. Saya harus setor sejumlah jadwal, begitu juga dengan Fed yang sekarang lagi ngambil PhD in Architecture. Kalau perencanaan malam itu nggak sukses, besok pagi biasanya akan diawali dengan rebutan kunci mobil atau bingung siapa yang jaga Lucas, atau misalnya saya harus groceries shopping, dan lain-lain.

Good morning sun shine, saya bangun satu jam sebelum Fed dan Lucas bangun. Penting banget untuk punya waktu sendiri sebelum rutinitas dimulai. Saya selalu menghabiskan waktu 15 menit untuk meditasi, then Mommy needs a cup of hot coffee. Meditasi adalah hal yang baru setahun belakangan ini saya lakukan, tepatnya setelah saya keguguran adiknya Lucas. Meditasi juga baik banget untuk dilakukan working mothers untuk memulai hari supaya lebih semangat, sehat dan positive thinking. Coffee? Saya udah addicted dengan kopi... jadi ya segelas kopi hangat hanya untuk memanjakan lidah dan tenggorokan. Setelah Lucas bangun, kami berdua langsung bangunin Fed. Lima belas menit selanjutnya dihabiskan untuk snuggling dan nonton TV, mensyukuri kesempatan yang diberikan Tuhan untuk menyambut hari yang baru.

Siapa yang mandi duluan? Saya dan Fed suit jepang untuk memutuskannya. Karena selalu kalah, most of time Fed selalu mandi duluan dan saya dapat waktu tambahan untuk snuggling sama Lucas. Meskipun waktu dan tempat kerja flexible, saya dan Fed udah rapi jam 7.30. Kalau saya harus ke kantor, kami ngedrop Lucas di daycare atau rumah adiknya Fed. I lean down to kiss him goodbye and he says, "Bye, Mommy, Da-da!" Some times my heart feels heavy mid day when I think about Lucas and what he may be doing, but I know he's safe and I try to remind myself that I'm setting a good example and am doing this for our family. Many women are tough, they're doing their job on all accounts as mommy, wifey, and an employee. I want to be a part of them.

Good bye sunshine. Saya dan Fed selalu berusaha untuk jemput Lucas sebelum sunset dan menunda kerjaan untuk dikerjakan di malam hari. Pernah beberapa kali saya terlalu lama di kantor sehingga pas saya pulang Lucas udah tidur. Saya langsung sedih dan pengen bangunin Lucas (I mean, c'mon Lucas... kita belum main ya sayang?). Jadi sejak itu saya selalu berusaha untuk jemput Lucas sore hari. Rutinitas sore hingga malam pun menyenangkan. Lucas dan Fed main kejar-kejaran, the son wears nothing but his diapers, dan Da-danya pun terlihat santai dengan celana piyama dan singletnya. Kami mulai mengantar Lucas tidur sekitar jam 7.30, setelah gosok gigi sambil nyanyi Rubber Ducky dan Splish Splash I Was Taking A Bath, atau Spanish song yang diajarin Da-da. This is my favorite time of day. Saya selalu berharap waktu akan berjalan lebih lambat pada saat ini, yaitu sebelum dia tidur. Sambil pakai-in Lucas piyama dan kaus kakinya, I know in a few years I will miss his dimple knees and giggles as we play chase.

After the little boy goes to bed, it's our quality time. Nonton TV sambil sharing a bowl of raviolis or cheese balls, atur rencana untuk besok, dan kadang kembali kerja sebelum tidur. Kebanyakan hari-hari berjalan seperti itu. But you know what, saat saya tidak harus ke kantor pun, 15 jam waktu bersama Lucas nggak pernah cukup. Kesenangan kita membutuhkan waktu yang lebih lama sementara waktu diciptakan terbatas. Sepertinya Tuhan memang menciptakan sehari hanya 24 jam untuk membuat kita nggak akan pernah merasa cukup... You know, ketika kita merasa cukup akan lebih mudah untuk melepaskan sesuatu dan kita nggak akan pernah belajar untuk menghargai waktu. There never seems to be enough hours in a day, the room floors never seem clean enough, but as a family we're making it each day and are trying to remember that what matters the most are the little moments with our children.

Regards,
M.L.

2 comments:

therunningdee said...

Nice to hear something from you, Meya :) Iya setuju banget, keterbatasan waktu itu yang bikin aku mutusin mau stay at home sampai anak2 rada besar. Kalimat terakhirnya Meya sampai bikin aku ragu keputusan sendiri :( Tapi yah semoga yang terbaik untuk keluarga dan anak2.

Idenya untuk meditasi atau spending some time alone every morning menarik juga ya. Working mom gini bangun pagi suka mepet2 terus tau2 langsung hectic dengan urusan mandiin anak dan berangkat ke kantor. Trims idenya, I'll try it.

Andra.

meya margareth larson said...

Other than that, aku pribadi percaya banget keputusan ibu pasti yang terbaik selama mengutamakan kepentingan keluarga dan tumbuh kembang anak-anak. Hanya saja kadang sulit bagi kita untuk menghargai waktu, sampai akhirnya ngerjain ini nggak, ngerjain itu juga nggak. Hal itu lumrah banget (apalagi kalau anak udah lebih dari satu) cuman yang penting, make sure setiap hari ada saat-saat yang akan diingat karena waktu seperti ini akan berjalan dengan cepat :) Good luck!