Hi chips4breakfast readers, nama saya Dee. Saya blogging di bawah therunningdee.wordpress.com, menikah dengan sepupunya Boss Adhit, dan kami hidup bahagia dengan 1 infant dan 1 toddler.
Saya suka banget nontonin serial itu, bahkan setiap episode saya TiVo-in. Bukan gara2 Peter Krause dan Sam Jaeger-nya hehe tapi karena banyaaak banget pesan moral di dalamnya. Terutama buat saya yang anaknya masih kecil2. Kadang, saya suka lho mikirin nanti gimana saya akan ribut sama anak2 pas mereka udah gede. Bukannya antisipasi terhadap hal tersebut sih, tapi hal2 kayak begitu kan hal yang wajar banget terjadi. Kita (orang tua) dan anak2 memiliki kepribadian yang beda. Dan lebih lagi, kita dibesarkan pada dekade yang berbeda. Jaman dulu, kalau anak berbuat salah pasti dihukum, tapi jaman sekarang orang tua lebih menggunakan pendekatan yang halus? How how how?
Suatu hari... kegiatan mewarnai dan bikin building blocks di atas playmat setiap malam nggak ada lagi. Suatu hari kita akan duduk di meja dan bantuin anak kita bikin PR. No more playmat. Suatu hari, anak-anak kita bakal lebih milih mengurung diri di kamar malam hari... entah ngerjain PR, dengerin musik, atau sibuk chatting. Suatu hari, malam minggu yang biasa dilewatin sama anak-anak mendadak jadi kencan berdua lagi sama suami karena anak-anak ngeceng sama temen-temennya. Suatu hari... those wet kisses, funny laughs, tickles by tickles, ... nggak bakal ada lagi di rumah.
Nah di serial Parenthood ini, saya ngeliat gimana konflik orang tua dan anak, lalu bagaimana orang tua meng-handle konflik-konflik tersebut. Sarah Breverman is a caring and loving single mother. Dia selalu pengen berkontribusi di kehidupan anak-anaknya dengan memberikan banyak saran dan masukan yang indah di telinga, tapi berujung kesialan buat anak-anaknya. Akankah saya menjadi ibu yang seperti dia? Secara pribadi, saya senang banget ngomentarin kehidupan orang dan saya akan lakukan apapun yang terbaik untuk anak-anak saya... tapi kalau ujung-ujungnya saya jadi seperti Sarah Braverman (tapi jangan single mom juga sih statusnya)?
Atau mungkin saya jadi Julia Braverman-Graham... Who knows? Saya terbuai dan sayang banget sama anak-anak sampai saya memanjakan anak-anak, lalu membiarkan mereka menguasai rumah. Mungkin juga, saya jadi orang tua yang protektif seperti Kristina Braverman... selalu anxious, nggak bisa nyampein isi kepala dengan baik, perfeksionis, over-thinking everything tapi baik dan supportif banget sama lingkungannya.
I don't know yet... Sekarang saya boleh happy-happy snuggling, hugging, mandiin anak-anak, tapi sedih kalau bayangin suatu hari masa-masa seperti ini anak berubah karena anak-anak tambah besar, makin dewasa, dan mulai mencari jati dirinya sendiri. Saya tau banget, ketika anak-anak melalui fase berkembang hingga dewasa, secara otomatis mental dan emosi kita juga akan berubah mengikuti kedewasaan anak-anak kita (karena saya pelajarin itu di kelas Psikologi Perkembangan). Saya ingin masa-masa shift itu semua berjalan dengan natural dan halus (damn, harusnya saya nggak ikut kelas Psikologi Perkembangan). Saya ingin menghindari keributan-keributan seperti Kristina dan Haddie, pengen jadi ibu yang 'ada' seperti Sarah kepada Drew, pengen jadi ibu yang lebih pinter dari Julia in dealing with Kindergarten-er.
But again... how? Saya bukan Kristina, Sarah, atau Julia. Saya adalah diri saya sendiri dengan apa kekurangan saya, kelebihan saya, dan dengan apa yang saya hadapi di depan saya. Begitu juga dengan ibu-ibu yang lain... yang hari ini masih asik nyiumin wangi bayi, bercanda di kasur sama anak-anak, capek bawa semangkok puree sambil ngejar anak yang lari karena susah disuruh makan... mereka adalah diri mereka sendiri, dengan kemudahan hidupnya dan dengan tantangan hidupnya masing-masing. When the time comes, I'm sure we are ready to face the reality with our own strengths and weaknesses. Women became moms by choice; but the spirit of motherhood grows naturally.
Love,
Dee, 13 Juni 2011.
3 comments:
Love this especially the closing <3 :)
@Meya: Kita harus berhenti men-desperate-housewife-kan diri. Sepertinya Parenthood lebih banyak pesan moralnya ya, Bok... Abis baca tulisan, Dee ini gw ngerti gimana ceritanya connected to our anxiety selama ini... :-P
Kenapa sih ibu2 anxious banget? Gw nih bapak2 sibuk mikirin BP-nya!
Post a Comment